Iklan

REDAKSI
24 November, 2021, November 24, 2021 WIB
Last Updated 2021-11-24T13:06:19Z
Nasional

Pemprov Sumut Raih Penghargaan Bank Indonesia 2021

JAKARTA INDOKOMNEWSTV.COM Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara mendapat penghargaan dari menerima Bank Indonesia Award 2021 dari Bank Indonesia (BI) sebagai Pemerintah Provinsi dengan Implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terbaik.

FOTO :Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah mewakili Pemerintah Provinsi (Pemprov) menerima Penganugerahan Bank Indonesia Award 2021 dari Bank Indonesia (BI) sebagai Pemerintah Provinsi Dengan Implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terbaik pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021 di Ballroom Fairmont Hotel, Jakarta, Rabu (24/11/2021). 

Penghargaan tersebut diterima oleh Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021 di Ballroom Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (24/11/2021).

Selain Sumut, provinsi yang meraih penghargaan Bank Indonesia Award 2021 dalam kategori yang sama antara lain Provinsi Jawa Barat, Provinsi Bali, Provinsi Kalimantan Timur, dan Provinsi Sulawesi Selatan.

Pencapaian penghargaan ini, menurut Musa Rajekshah, yang akrab disapa Ijeck, menjadi bukti bahwa UMKM di Sumut mampu mengikuti perkembangan teknologi, dengan menggunakan sistem pembayaran digital melalui QRIS.

 "Alhamdulillah, artinya sistem pembayaran QRIS digunakan ke daerah-daerah khususnya kawasan pariwisata. Jadi UKM tidak hanya konvensional tapi juga mengikuti perkembangan digital,"ujarnya.

Hal ini, lanjut Ijeck, tentunya akan terus didorong, khususnya UKM di pedesaan. "Pandemi Covid-19 ini mengajarkan kita untuk mandiri, mengajarkan kita bahwa perekonomian tidak hanya berpusat di kota-kota besar.

Sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan ekonomi kreatif daerah saat ini sedang naik daun dan terbukti mampu bertahan, ini menjadi pelajaran bagi kita, ujarnya.

Ijeck menambahkan hal tersebut juga disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia dalam sambutannya pada acara yang diselenggarakan oleh BI, bahwa pertumbuhan ekonomi terus meningkat dengan adanya UMKM, sehingga dorongan bagi UMKM untuk lebih maju harus terus dilakukan. dilakukan. selesai.

“Sumatera Utara juga akan menjalankan arahan dari Presiden untuk mendorong UMKM untuk maju, tidak hanya dalam skala regional, nasional tetapi juga internasional,” katanya.

Sebelumnya, Ijeck dalam kegiatan TPAKD Virtual Assessment memaparkan capaian program TPAKD 2021 untuk program UMKM Go Digital yang telah dilaksanakan antara lain pemasaran produk UMKM melalui digital, penerapan business matching antara pelaku UMKM dengan pelaku E Commerce Platform.

“Saat ini 950 pelaku UMKM telah dilatih menggunakan platform e-commerce dan 350 di antaranya telah berdagang secara digital. Selain itu, lebih dari 450 ribu pelaku usaha telah menggunakan QRIS,” ujarnya.

Untuk program Penataran UMKM, lanjut Ijeck, pihaknya telah mengimplementasikan sub program kredit/pembiayaan bagi rentenir dengan meluncurkan kredit mikro Sumut Bermartabat dari Bank Sumut dengan bunga 5% per tahun, yang lebih ringan dari bunga KUR saat ini. sebesar 6% per tahun.

“Hingga September 2021, program ini telah disalurkan kepada 2.910 debitur dengan nilai kredit Rp 10,62 miliar,” ujarnya seraya menambahkan pihaknya juga telah mendirikan 33 TPAKD di seluruh kabupaten/kota di Sumut.

Pada Rapat Tahunan Bank Indonesia 2021 yang mengangkat tema Kebangkitan dan Optimisme, Sinergi dan Inovasi untuk Pemulihan Ekonomi, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan optimis pada 2022 Indonesia bisa bangkit.

Hal ini, kata Presiden, terlihat dari berbagai sektor yang mulai membaik. “Angka-angka di berbagai sektor seperti dari sisi produksi, dan lainnya menunjukkan optimisme bahwa pada 2022 kita bisa bangkit kembali,” jelasnya.

Presiden menambahkan, UMKM juga berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk itu, ia meminta agar fokus pengembangan UMKM ke arah digital ditingkatkan. “Mempermudah UMKM bertransformasi menjadi ekonomi digital sehingga UMKM kita bisa optimal,” kata Jokowi.

Namun, Jokowi berpesan, saat ini pandemi Covid-19 masih berjalan. Untuk itu ia meminta untuk selalu berhati-hati dalam setiap aktivitasnya.

“Kuncinya adalah bagaimana kita bisa mengendalikan pandemi di negara kita. Kita harus optimis tapi tetap waspada. Sektor kita akan buka pelan-pelan, yang penting penerapan protokol kesehatan harus tetap disiplin untuk mengantisipasi gelombang ketiga,” jelasnya.

Senada dengan Presiden Joko Widodo, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo optimistis pada 2022 perekonomian nasional akan pulih. Ia menjelaskan, Bank Indonesia ingin meningkatkan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat perekonomian nasional.

“Kami optimistis perekonomian nasional akan pulih pada 2022. Ini menjadi semangat Bank Indonesia bersinergi dengan pemangku kepentingan untuk memperkuat perekonomian nasional,” kata Perry.

Perry Warjiyo menambahkan, vaksinasi dan pembukaan sektor ekonomi merupakan prasyarat dalam memperkuat pemulihan ekonomi nasional. Selain itu, terdapat lima kebijakan Bank Indonesia antara lain Transformasi Sektor Riil, Stimulus Fiskal dan Moneter, Transformasi Kredit dan Keuangan, Digitalisasi Keuangan Inklusif.

Ditambahkan Perry, hal ini penting dilakukan dalam pemulihan ekonomi nasional. "Ini sangat penting agar imunitas massa segera tercapai dan lebih banyak sektor dibuka kembali, supaya ekonomi segera pulih dan dalam jangka panjang, pertumbuhan kembali lebih tinggi menuju Indonesia maju," jelas Perry.**(Irwan Ginting)